Mahasiswa Uin Kurang Etos Kerja!!

Posted: November 15, 2008 in Konsep
Tag:, ,

Kacau, itu yang dapat terlihat dari etos kerja dan kinerja sebagian mahasiswa UIN Bandung. Ini dapat terlihat dari beberapa hal yang terpampang dari gaya mereka dalam melaksanakan hak akademis mereka. Ibaratkan pisau, apa yang dilakukan  mahasiswa UIN hanyalah membuat pisau itu tajam namun tidak digunakan dengan baik.  Maksudnya mahasiswa UIN cenderung berusaha untuk menjadi pintar. Namun ironi apabila mereka tidak mau mau menginterprestasikan kepintaran mereka ke dunia luar kampus.

Dalam sistem kinerjanya, para mahasiswa kurang memanfaatkan waktu dengan bijak, effektif, dan effisien. Mengapa seperti itu? Karena mereka tidak memperhatikan dan menanamkan deadline waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak kliah mereka pada awal perkulahan. Dalam contoh mudah, jika perkuliahan dilaksanakan pada pukul 07:00. tiga per empat dari mereka baru tiba di kelas ketika waktu menunjukan pukul 07:30. Sungguh kacau!! Ini sangat merusak kinerja sistem yang ada. Ini diakibatkan tingkat kedisiplinan mahasiswa yang kurang  dan seenakanya. Serta mayoritas dari mereka yag ber-background masyarakat tradisional yang kurang memiliki etos kerja.

PEMALAS !!

Terkekang karena ingin dikekang. Inilah yang terjadi. Persaingan secara kualitas antar universitas sangatlah kurang terlaksanakan di UIN.  Tentunya ini menjadi salah satu tanggungjawab petinggi universitas ini. Namun dengan kurangnya motivasi untuk bersaing dan untuk membuka sayap pada universitas lain untuk meningkatkan kualitas, UIN terkesan tertinggal. Hanya minoritas yang dapat terlepas dari teritori pengekangan ini. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi para petinggi kampus yang cenderung acuh.

Ini juga diakibatkan oleh mahasiswanya yang kurang mau bergerak. Mayoritas dari mereka hanya menjadikan kampus, rumah, dan kosan sebagai tempat mencari ilmu. Mereka hanya pergi ke kampus dan kemudian pulang kerumah. Sangat monoton!! Pun mereka bersosialisasi, hanya sebatas lingkungan kampus semata. Pola pikir mereka sangatlah jauh berbeda dengan mahasiswa dari kampus lain. Mahasiswa universitas lain mengganggap kuliah hanyalah pendidikan semi-penting yang harus diaplikasikan dengan bersosialisasi dengan dunia luar kampus. Sungguh ironi jika melihat UIN yang ber-background Islam. Apakah ini yang dihasilkan oleh pendidikan pesantren?!

Komentar
  1. ntep mengatakan:

    satuju urang ngadukung pisan. !!!!
    bagaimana agar mahasaiswa uin terbebas dari keterpurukan karena kurangnya etos kerja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s