Musik Imaginative

Posted: November 25, 2008 in Rindu Teras Kamar
Tag:,

Musik imaginative lahir dari kestandarisasian membuat musik. Terlahir dari imbas karya musisi yang itu-itu saja. Peng-explor-an bermain music pun hanya sebatas limit dimana alat music dan rankaian lirik kata yang dapat digunakan. Musik ini bernuansa dalam, karena melewati batasan-batasan dalam bermusik. Ambil contoh Radiohead. Band asal British yang musiknya selalu tak terduga. Terlihat dari liriknya serta nada-nada yang aneh, menunjukan bahwa imajinasi mereka sangat mendalam. Namun imaginative bisa dikatakan sangat mendalam.

Orang akan merasa aneh ketika mendengarkan musik ini. Mungkin malah akan sangat tidak bisa diterima oleh telinga yang mendengarkannya. Kenapa demikian? Itu karena musik yang dihasilkan tak sebatas perpindahan not-not yang sudah menjadi standarisasi. Terlepas imaginative pun menggunakan not-not yang sama, imajinative pun mengexplor alat music yang dimainkan. Ambil contoh gitar. Perpindahan dari satu not ke not lain tidak selalu digunakan. Bisa dikatakan mengacak. Hanya menggunakan not-not yang menurut musisi pas meskipun hanya memetik nada satu senar saja. Bahkan memukul-mukul senar dan badan gitar dapat digunakan.

Ini terlintas di benak imajinasi pembuat musik imajinative. Tidak sebatas fungsi tiap bar gitar yang memiliki nada-nada masing-masing. Dengan menempatkan imajinasi pada sesuatu yang mengambang, nada-nada itu pun akan muncul. Inilah di mana musik imaginative tercipta.

Lirik

Lirik imaginative merupakan perluasan dari kata-kata yang sudah biasa digunakan sebagai lirik lagu yang itu-itu saja. Banyak lagu-lagu sekarang yang mempunyai bagian lirik sama dengan lagu yang lainnya. Itu yang menjadi arus monotonisasi dalam berkarya.

Lirik imaginative lebih memakai bahasa yang kurang pas dijadikan sebuah lagu. Namun dirangkai sedemikan rupa sehingga bermakna ganda dengan barisan-barisan lirik berikutnya. Ini tercipta karena karakter setiap bahasa itu sangat kaya. Namun tidak semuanya terjamah untuk menjadi sebuah karya. Faktor-faktor inilah yang membuat musik imaginative masih asing di telinga orang melayu. Namun berkarya tak perlu mengikuti batasan standarisasi yang membelengu kita. Berkarya adalah kebebasan khayalan yang dimuntahkan dalam sebuah bentuk nyata. Itulah inti dari musik imaginative.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s